Searching...
Minggu, 02 November 2014

BAGAIMANA RASULULLAH SAW BUANG HAJAT



Bagaimana Rasulullah SAW buang hajat

bagaimana Rasulullah SAW buang hajat
bagaimana Rasulullah SAW buang hajat
Semua orang tidak akan terlepas dari yang namanya buang hajat atau sekarang lebih dikenal dengan boker ( anak gaul). Begitu juga dengan nabi Muhammad SAW, seorang rasul ALLAH SWT. Rasulullah juga pernah buang hajat. Bagaimana Rasulullah SAW buang hajat ? ini yang menjadi pertanyaan kita semua. Ini juga menjadi contoh dan pelajaran bagi kita. karena beliau adalah suri tauladan yang baik.

Jika Rasulullah SAW ingin buang hajat maka beliau masuk ke tempat buang hajat dengan menggunakan kaki kiri dan membaca ”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada – MU dari kejahatan jin laki – laki dan perempuan, serta dari kotoran dan perbuatan kotor setan yang terkutuk.” Dan jika beliau sudah selesai buang hajat. Kemudian keluar dengan kaki kanan dan membaca, “Aku hanya mengharap ampunan – MU.”
Ketika Rasulullah berada dalam perjalanan bersama para sahabatnya dan beliau ingin buang hajat. Maka, beliau akan memisahkan diri bahkan sampai sejauh 2 mil. Beliau mencari tempat yang tertutup dan tidak terlihat. Kemudian Rasulullah menutupnya denga jerami atau pelepah kurma agar tidak ada orang yang melihatnya.
Bahkan ketika Rasulullah ingin buang air kecil, beliau akan mencari tempat yang memiliki tanah yang lembut. Dan jika beliau tidak menemukannya. Maka, beliau akan membuat lubang pada tanah yang keras menggunakan tongkatnya. Beliau buang air kecil sambil duduk dan tidak berdiri terkecuali karena ada keadaan mendadak.
 Posisi beliau ketika hendak buang hajat dan buang air kecil tidak pernah menghadap ke kiblat dan tidak pernah pula membelakanginya. Beliau mengajarkan kita untuk melakukannya juga. Beliau pernah berkata, “jangan buang hajat atau buang air kecil dengan menghada arah kiblat dan jangan pula membelakanginya.”
Rasulullah tidak pernah buang hajat atau buang air kecil di tempat orang – orang biasa berteduh. Seperti, pohon atau dijalanan umum yang biasa dilalui banyak orang. Beliau berkata, “Jagalaholeh kalian tiga hal yang bisa menyebabkan kalian dilaknat, yaitu : buang air besar di penampungan ai, di jalan – jalan dan di tempat teduh.”
Kemudian mengajarkan kepada kita untuk tidak bercakap – cakap ketika sedang buang hajat. Beliau berkata, “ Jika ada dua orang di antara kalian yang sedang buang haja, maka janganlah bercakap – cakap. Karena sesungguhnya Allah murka akan perbuatan itu.”
Sedangkan tata cara Rasulullah dalam membersihkannya setelah buang hajat tidak jauh berbeda dengan sekarang. Beliau membersihkannya dengan menggunakan air atau juga terkadang menggunakan batu. Bahkan Rasulullah pernah menggunakan air dan batu bersamaan dengan menggunakan tangan kiri.
Itulah akhlak Rasulullah ketika buang hajat. Mudah – mudahan dapat memberikan pembelajaran bagi kita. dan kita dapat mencontoh perilaku – perilaku rasulullah yang baik. Karena beliau adalah suri tauladan yang baik. Dan kita do’akan bagi orang – orang yang melanggar cara buang hajat yang baik akan tidak mengulanginya lagi. AMIN.

0 komentar:

Posting Komentar