Searching...
Jumat, 07 November 2014

SURAT TERAKHIR SEORANG AYAH

SURAT TERAKHIR SEORANG AYAH
SURAT TERAKHIR SEORANG AYAH
(Coretan ini ditemukan di dalam buku harian seorang ayah setelah tiga hari dia dikuburkan )

Anakku,
Ayah bersyukur mempunyai anak seperti dirimu
Ayah begitu bahagia saat ibumu melahirkanmu
Setelah penantian panjang
Ayah begitu bahagia saat matamu berbinar memandangiku
Dan mulutmu mulai bisa menyebut kata berharga “ Papa ”


Anakku,
Kau tak pernah mengerti betapa bahagianya aku
Ketika aku menyuapimu dan menjawab pertanyaan  yang berulang – ulang kau tanyakan,
Aku tak pernah bosan menjawabnya
Kalaupun aku harus mengantar jemput dirimu ke sekolah
Atau menemanimu sampai larut malam
Semua itu tak pernah menjadi beban bagiku
Semua itu membanggakan bagiku

Anakku,
Tak terasa waktu terus berjalan
Waktu kebersamaan pun sulit ditemukan di tengah kebisingan hidup
Kakiku tak lagi sanggup berdiri dan harus bertopang padamu
Bahkan makan sendiri pun aku tak lagi bisa karena jari – jariku selalu gemetar
Pikiranku tak lagi bisa berjalan secepat pikiranmu
Pertanyaan – pertanyaanku yang berulang menyuarakan daya ingat yang memudar
Mungkin kau bosan mendengarnya
Mungkin kehadiranku menjadi beban bagimu
Mungkin aku telah menghambat kebebasanmu
Mungkin kesehatanku telah menguras banyak isi kantongmu
Ayahmu tidak lagi segagah dan seperkasa dulu
Tempat kau bisa datang minta tolong setiap waktu

Anakku,
Terima kasih kau telah menempatkan ayah di rumah jompo ini
Paling tidak ayah merasa masih bisa mengurangi sedikit beban yang harus kau tanggung
Dan masih bisa berbangga telah menjadikanmu seorang manusia
Ayah berharap telepon genggam ayah masih akan sering bordering
Dan ayah masih bisa bercerita tentang gulir datu kehidupan

Semoga tulisan ini masih bisa kau temukan
Dan kau rajut menjadi satu kisah perjalanan

Surat Terakhir Seorang Ayah - Tulisan diatas saya baca dari sebuah buku yang berjudul “ 25 kisah insfiratif yang diangkat dari kisah nyata” yang di tulis oleh Rianti Setiadi. Mudah – mudahan ini dapat menjadi suatu pelajaran bagi kita semua. Dan jangan pernah lupakan orang yang telah melahirkan dan merawat kita sampai kita bisa seperti sekarang ini. Berbaktilah kepada orang tua.

1 komentar: