Searching...
Minggu, 09 November 2014

KISAH NABI MUHAMMAD MEMBELAH BULAN

Kisah Nabi Muhammad memebelah bulan – Banyak penelitian – penelitian yang membuktikan bahwa Nabi Muhammad membelah bulan. Bahkan ada sebuah kisah yang membuat orang non – muslim menjadi masuk islam. Dia bernama David Musa Pidcock dan dia adalah seorang yang awalnya beragama katolik. Banyak website – website yang mengaitkan penyebab masuk islam David Pidcock dengan kisah Nabi Muhammad membelah bulan.

Singkat cerita, ketika David sedang melakukan penelitian mengenai agama – agama yang ada, maka temannya memberikan al-qur’an dengan terjemahan bahasa inggris. Setelah itu, David membukanya dan kebetulan yang dibuka adalah surah Al-qamar. Kemudian dia membaca “Hari Akhir sudah dekat dan bulan telah terbelah”. Setelah membaca ayat tersebut maka dia bergumam “bulan telah terbelah?”. Dia langsung menutup dan tidak membukanya lagi.
KISAH NABI MUHAMMAD MEMBELAH BULAN, Kisah Nabi Muhammad SAW, Membelah bulan, Kisah teladan, Cerita Nabi muhammad SAW
KISAH NABI MUHAMMAD MEMBELAH BULAN
Kemudian pada suatu hari, sementara dia sedang menonton acara televisi BBC, penyiar sedang berbincang-bincang dengan tiga ilmuan Amerika Serikat, dan penyiar menyalahkan Amerika karena telah menghabiskan dana lebih dari milyaran dolar untuk proyek ruang angkasanya, sementara pada waktu yang sama jutaan manusia berada dalam kemiskinan.

Ilmuan-ilmuan tersebut mencoba menjelaskan mengapa eksplorasi ruang angkasa begitu penting. Ilmuan tersebut menjelaskan bahwa perjalanan ke bulan menelan dana sekitar 100 milyar dolar. Penyiar berkomentar: “untuk menancapkan bendera Amerika di bulan anda menghabiskan uang sebanyak itu?”. Ilmuan-ilmuan tersebut menyatakan bahwa uang sebanyak itu dihabiskan karena mereka mencoba mempelajari struktur batuan bulan untuk melihat kesamaan yang dimiliki bulan dengan bumi, dan kata mereka, mereka terkejut mendapati sebuah “belt of rocks” yang memanjang dari permukaan bulan menuju ke kedalaman.

Karena sangat keterkejutaanya, mereka berikan informasi tersebut pada ahli geologi, yang juga terkejut, dan berkesimpulan bahwa hal ini tidak akan terjadi kalau bulan tidak pernah terbelah dan menyatu kembali.

Dia lalu berguman “Ini pasti sebuah agama yang benar”, dan surat Al-Qamar yang sebelumnya merupakan penyebab bagi dia tidak percaya pada Islam, sekarang surat tersebut sebagai alasan bagi dia memeluk Islam. Bagi sebagian orang yang meragukan (tidak percaya) terhadap peristiwa pendaratan manusia di bulan, mungkin bisa direnungkan pertanyaan penulis berikut: “Mungkinkan Allah memberikan hidayah pada seseorang melalui sesuatu “hoax” (kebohongan) ?”.

Selain itu juga bukti Kisah Nabi Muhammad membelah bulan diriwayatkan oleh bukhari dan muslim dan juga oleh kitab – kitab hadist yang terkenal lainnya bahwa sebelum Rasulullah SAW hijrah, berkumpullah tokoh – tokoh kafir quraisy, seperti, Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al ‘Ash bin Qail. Kemudian, mereka meminta kepada Nabi Muhammad SAW untuk membelah bulan.

Mereka berkata, “ Seandainya kamu benar – benar seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua.”
Kemudian, Rasulullah SAW berkata kepada mereka, “ Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?”.
Kemudian mereka menjawab, “ ‘YA’.

Setelah itu Rasulullah SAW berdo’a kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Lalu, Rasulullah memberi isyarat dengan menggunakan jarinya. Maka, bulan pun terbelah menjadi dua. Selanjutnya, Rasulullah SAW sambil menyebut nama orang kafir tersebut dan berkata, “ Hai Fulan, Bersaksilah kamu. Hai Fulan, Bersaksilah kamu.”

Bulan terbelah dua bagian yang terpisah begitu jauh. Sehingga gunung Hira terlihat berada diantara dua bagian bulan tersebut. Akan tetapi orang – orang kafir tersebut berkata, “ Ini sihir.” Padahal semua yang berada disitu melihatnya. Dan para ahli mengatakan itu sihir. Memang benar bisa saja “menyihir” orang yang berada di sampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu, mereka menunggu orang – orang yang pulang dari perjalanan.

Orang – orang Quraisy segera menuju keluar dari batas kota Makkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju makkah. Maka orang – orang musyrik pun bertanya, “ Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “ Ya benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing – masingnya kemudian bersatu kembali…”Maka, setelah mendengar kejadian tersebut, ada sebagian yang beriman dan sebagian lagi tetap kafir.

Dengan terjadinya peristiwa ini Allah SWT menurunkan ayat Al-Qur’an : Sungguh telah dekat hari kiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda – tanda kebesarankami, mereka pun ingkar lagi berpaling seraya berkata ‘ Ini adalah sihir yang terus – menerus’ dan mereka mendustakannya, Bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar – benar telah tetap… (Q.S. Al-Qamar 54:1-2).

0 komentar:

Posting Komentar