SEORANG PEKERJA TANI PADI DAN ANAK-ANAK YANG SUKSES
Saat pagi tiba,setelah melaksanakan salat subuh ia pun akan pergi memasak dengan bahan-bahan yang ada didapur yaitu beras dari hasil panennya dan beberapa butir telur hasil peternakan ayamnya. Setelah selesai memasak,ia pun menyiapkan makanannya di rantang dan membawa air minum yang ditaruknya didalam sebuah botol dirigen dan siap untuk pergi ke sawah. Lalu,setelah sampai ia pun langsung bekerja untuk membersihkan dan menyiangi padinya. Ia berharap padinya ini tumbuh dengan subur dan hasil panennya akan diimpor ke toko-toko terdekat. Kemudian,hari pun telah siang menunjukkan pukul 12.30 wib,ia pun pergi meninggalkan pekerjaannya dan melaksanakan salat dzuhur disurau dekat sawah. Setelah selesai melaksanakan salat ia pun pergi ke gubuknya dan bersiap-siap untuk menyantap makananny yang ada di gubuk itu,ia sangat menikmati makananya walaupun hanya dengan nasi dan telur rebus. Lalu,saat selesai makan ia pun segera melanjutkan pekerjaannya dan karena sore pun telah tiba, ia pun pulang ke rumah dengan membawa rantang dan dirigennya yang sudah kosong. Saat malam tiba,ia membuat kopi manis yang diletakkan disampingnya. Lalu ia pun berpikir karena pernah memberi tahu kepada para petani beberapa hari yang lalu,bahwa dia akan mendirikan sebuah gubuk di sawahnya untuk proses belajar mengajar kemudian ia mempunyai usul untuk membelajarkan anak-anak para petani yang kurang mampu. Sebab,lelaki tua ini mengerti bagaimana kondisi ekonomi para petani itu akhirnya ia mengusulkan pendapatnya. Kemudian,para petani ini mempercayakan anak-anaknya untuk belajar bersama dengan lelaki ini karena ia sangat dipercayai dan dikenal baik di desa yang ditempatinya sekarang.
Setelah beberapa bulan kemudian,lelaki ini mulai sibuk dan membagi jadwal pagi sampai siang yaitu bertani dan sorenya ia mengajari anak-anak yang didiknya di gubuk sawahnya. Dengan senangnya,ia semangat dalam mengajari anak-anak itu dengan kemampuan yang ia miliki. Proses pembelajaran ini dilaksanakan dari pukul 16.15 – 17.15 wib setiap harinya. Karena ia sering mengajari anak-anak itu akhirnya beberapa bulan kemudian banyak sekali peningkatan pada anak didiknya seperti sudah bisa berhitung,bisa menulis,dan bisa membaca. Lalu ia berpikir dan berkata “ aku ingin sekali menjadikan anak-anak ini sukses di masa depannya dengan ilmu yang sudah aku berikan “.
Dan beberapa tahun kemudian,anak-anak didikannya sudah berkuliah di berbagai universitas yang kemudian berhasil di bidangnya masing-masing seperti seorang dokter,arsitek,dan matematikawan. Saat lelaki ini sedang bekerja di sawah tiba-tiba ada beberapa warga desa yang datang menghampirinya. Warga desa itu datang dengan marah-marah dan ingin sekali merusak gubuk lelaki itu yang terletak dilahan sawahnya.
Lalu lelaki ini berkata: “ ada apa ini,sebenarnya ada masalah apa sehingga warga datang kemari dengan marah-marah ? “.
Warga menjawab :” Kami tidak setuju dengan adanya sebuah gubuk yang dididrikan di sawah bapak ini.”
Lelaki itu berkata:” saya mendirikan sebuah gubuk ini dengan susah payah untuk tempat istirahat saat saya sedang lelah bekerja dan dimanfaatkan untuk proses pembelajaran kepada anak-anak yang kurang mampu sekolah di tempat yang layak.”
Tetapi,warga desa tersebut tetap melawan dan berusaha untuk menghancurkan dan merobohkan gubuk tersebut. Lalu,ia berusaha untuk melindungi gubuknya walaupun dengan banyak luka di tubuhnya,kemudian warga pun akhirnya pulang dengan muka kesal.Dan saat malam tiba,sebelum tidur ia mengobati luka-luka yang ada di badannya lalu ia pun tidur kemudian tidak lama kemudian tengah malam ia berimpi bertemu dan berkumpul dengan anak-anak yang telah di didiknya dulu.
Beberapa hari kemudian,lelaki tua ini sedang bekerja di sawah mengurus padinya,tiba-tiba datanglah sekelompok orang-orang seperti mahasiswa yang berpakaian rapi menghampirinya. Kemudian lelaki yang sudah bertambah umur ini bingung dan tidak mengenali mereka satu pun,lalu mereka berkata :” kami ini anak-anak yang bapak didik dari kecil sampai saat ini dan di sebuah gubuk yang terletak di sawah bapak ini“. Lalu lelaki tua ini terkejut dan terkagum kepada mereka karena masih ingat dengannya. Sebelum mereka pergi untuk menemui lelaki tua ini,mereka ternyata libur semester beberapa bulan dan bersepakat untuk pergi menemui lelaki tua yang sudah membuat mereka sukses seperti saat ini. Kemudian,anak-anak ini di ajak oleh lelaki tua ini ke sebuah gubuk yang sudah reot,mereka sangat perihatin sekali dengan kondisi gubuk yang sudah reot,tubuh semakin lemah,umur semakin bertambah tetapi masih tetap bekerja keras untuk bertani di sawahnya. Mereka pun mempunyai rencana untuk dapat memperbaiki gubuk tersebut dan beberapa hari kemudian gubuk itu sudah diperbaiki dan sudah dikatakan bisa layak untuk ditempati lagi. Akhirnya,lelaki tua ini dengan anak-anak hasil didikannya saling bergurau,bercanda tawa dan mereka menceritakan semua perjalanannya untuk bisa menjadi orang sukses seperti saat ini kepada seorang lelaki tua ini. Kemudian lelaki tua ini berkata : “ bapak sangat senang sekali,akhirnya kalian bisa menjadi orang sukses dan berhasil seperti apa yang bapak harapkan beberapa tahun lalu dan senang bisa berkumpul lagi bersama kalian karena kalian bapak anggap sebagai keluarga bapak dan anak-anak yang paling baik. “ Anak-anak pun memeluk lelaki tua itu dan berkata : “ Kita memang satu keluarga dan kami adalah anak-anak bapak dengan perjuangan bapak yang besar untuk mendidik kami dan sukses sampai seperti saat ini,,,,terima kasih pahlawanku,,,. “
0 komentar:
Posting Komentar